
Peran Edukasi Pajak dalam Mewujudkan Generasi Sadar Fiskal
Pajak merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara yang berperan penting dalam membiayai berbagai program pembangunan nasional. Namun, pemahaman masyarakat—khususnya generasi muda—terhadap fungsi dan manfaat pajak masih perlu terus ditingkatkan. Menyadari hal tersebut, salah satu tim Hibah Pembelajaran Berdampak 2025 dari Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret melaksanakan kegiatan sosialisasi sebagai bentuk pengabdian sekaligus implementasi pembelajaran kontekstual.
Kegiatan ini mengusung judul “Sosialisasi Keterkaitan Pembayaran Pajak di Desa Dukuh dengan Pendanaan MBG SMA Kabupaten Boyolali melalui APBN.” Sosialisasi dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Desa Dukuh dan SMA Negeri 1 Teras Boyolali, dengan fokus utama pada peningkatan literasi pajak serta pemahaman mengenai alur pendanaan pendidikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sosialisasi Pajak di Desa Dukuh
Kegiatan sosialisasi di Desa Dukuh bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat desa mengenai peran pajak dalam mendukung pembangunan daerah dan sektor pendidikan. Dalam sesi ini, tim hibah menjelaskan secara sederhana bagaimana pajak yang dibayarkan masyarakat tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga kembali kepada masyarakat dalam bentuk berbagai program pemerintah, termasuk pendanaan pendidikan.
Diskusi berlangsung secara interaktif, di mana warga desa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait pajak serta pemanfaatannya. Melalui pendekatan komunikatif dan contoh-contoh nyata, masyarakat diharapkan dapat melihat keterkaitan langsung antara kepatuhan pajak dan peningkatan kualitas layanan publik.
Sosialisasi di SMA Negeri 1 Teras Boyolali
Sosialisasi di SMA Negeri 1 Teras Boyolali menjadi fokus utama kegiatan ini. Kegiatan ini diarahkan kepada para siswa sebagai generasi muda yang kelak akan berperan sebagai wajib pajak sekaligus agen perubahan dalam masyarakat. Melalui sosialisasi ini, siswa diperkenalkan pada konsep dasar perpajakan, fungsi pajak dalam APBN, serta peran pajak dalam mendukung pendanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi SMA di Kabupaten Boyolali.
Dalam pemaparan materi, tim hibah menjelaskan alur pendanaan pendidikan dari APBN, mulai dari penerimaan pajak oleh negara hingga realisasinya dalam bentuk program MBG. Siswa diajak untuk memahami bahwa program yang mereka rasakan manfaatnya sehari-hari tidak terlepas dari kontribusi pajak yang dibayarkan oleh masyarakat. Dengan demikian, pajak tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai instrumen gotong royong nasional.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang mendorong siswa untuk berpikir kritis mengenai peran mereka di masa depan. Antusiasme siswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, mulai dari jenis-jenis pajak hingga bagaimana cara berkontribusi sebagai warga negara yang taat pajak.
Dampak dan Harapan Kegiatan
Melalui kegiatan sosialisasi ini, tim Hibah Pembelajaran Berdampak 2025 berharap dapat menumbuhkan kesadaran pajak sejak dini, khususnya di kalangan pelajar SMA. Pemahaman mengenai keterkaitan antara pembayaran pajak dan pendanaan program pendidikan seperti MBG diharapkan mampu membentuk pola pikir positif terhadap pajak.
Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa D3 Perpajakan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. Dengan terjun langsung ke masyarakat dan dunia pendidikan, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai akademisi, tetapi juga sebagai edukator yang berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia.
Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak sekolah serta desa, sehingga literasi pajak masyarakat semakin meningkat dan tujuan pembangunan nasional dapat tercapai secara berkelanjutan.